PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MENGHADAPI KRISIS IDENTITAS DIRI DAN MORALITAS PADA REMAJA DI ERA DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.55962/metanoia.v8i2.356Kata Kunci:
Pendidikan Agama Kristen, krisis identitas, moralitas remaja, era digitalAbstrak
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam kehidupan remaja. Kemudahan akses informasi, penggunaan media sosial, dan perkembangan budaya digital memberikan dampak positif sekaligus negatif terhadap perkembangan identitas diri dan moralitas remaja. Banyak remaja mengalami krisis identitas diri akibat pengaruh lingkungan digital yang kuat serta kurangnya pembinaan nilai dan karakter yang kokoh. Peran strategis dalam membentuk identitas iman dan moralitas remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena krisis identitas diri dan moralitas pada remaja di era digital serta menjelaskan peran Pendidikan Agama Kristen dalam menghadapi tantangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber teologis yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis identitas diri dan moralitas pada remaja dipengaruhi oleh faktor lingkungan digital, budaya populer, serta kurangnya pendampingan spiritual yang memadai. Pendidikan Agama Kristen berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai iman, membentuk karakter moral, dan membantu remaja menemukan identitas diri yang berakar pada iman kepada Kristus. Oleh karena itu, pendidikan iman yang kontekstual, relevan dengan perkembangan teknologi, serta didukung oleh keluarga, gereja, dan sekolah sangat diperlukan untuk menolong remaja menghadapi tantangan era digital.
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Metanoia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
pen Access Policy

Jurnal ini menyediakan akses terbuka secara langsung dengan prinsip bahwa penelitian tersedia secara bebas untuk umum demi mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar. Artikel yang diterbitkan di Alucio Dei: Jurnal Teologi akan menjadi artikel Akses Terbuka yang didistribusikan di bawah persyaratan dan ketentuan Lisensi Atribusi Creative Commons.
Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Attribution 4.0 International (CC BY-SA 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk berbagi — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun dan menyesuaikan — remix, ubah, dan membangun materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.





