STRATEGI PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM MEMBENTUK KETAHANAN IMAN REMAJA BROKEN HOME: STUDI KASUS DI ROTE NDAO

Penulis

  • Jacob Messakh Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way

DOI:

https://doi.org/10.55962/metanoia.v8i1.288

Kata Kunci:

Pendidikan Agama Kristen, Ketahanan Iman Remaja, Broken Home

Abstrak

Fenomena keluarga broken home merupakan persoalan sosial yang semakin meningkat dan berdampak signifikan terhadap kehidupan remaja, termasuk pada aspek spiritual dan ketahanan iman. Di Kabupaten Rote Ndao, meningkatnya tren perceraian dan disfungsi keluarga menempatkan remaja pada kondisi rentan, seperti krisis identitas, luka emosional, serta melemahnya keterlibatan dalam kehidupan iman Kristen. Permasalahan utama yang muncul adalah terganggunya proses pembentukan iman yang seharusnya dimulai dari keluarga sebagai komunitas iman pertama, sehingga remaja mengalami kesulitan memaknai Allah, iman, dan kehidupan rohani secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam membentuk ketahanan iman remaja broken home melalui studi kasus di Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi terhadap proses pembelajaran dan kegiatan pembinaan iman, serta studi dokumentasi pada gereja dan/atau sekolah Kristen. Subjek penelitian meliputi remaja broken home, guru Pendidikan Agama Kristen, serta pendeta atau pembina remaja yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan model analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi PAK yang efektif dalam membentuk ketahanan iman remaja broken home mencakup pendekatan relasional, pendampingan iman yang empatik, integrasi pengalaman hidup remaja dalam pembelajaran, serta keterlibatan aktif gereja sebagai komunitas pendukung. Strategi-strategi tersebut terbukti membantu remaja membangun pemaknaan iman yang lebih tangguh, reflektif, dan relevan dengan realitas hidup mereka.

File Tambahan

Diterbitkan

2026-01-31