RESPONS PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BERBASIS TEOLOGI PUBLIK TERHADAP PRAKTIK VIGILANTISME DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.55962/metanoia.v7i2.200Kata Kunci:
Pendidikan Agama Kristen, teologi publik, vigilantisme digitalAbstrak
Fenomena vigilantisme digital yang marak di media sosial mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk melakukan penghakiman publik tanpa proses hukum yang adil. Praktik ini seringkali bertentangan dengan nilai kasih dan keadilan dalam ajaran Kristen, serta menimbulkan tantangan serius bagi Pendidikan Agama Kristen (PAK). Artikel ini bertujuan untuk merumuskan respons PAK terhadap isu vigilantisme digital dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pendekatan teologi publik. Data diperoleh melalui studi pustaka atas literatur teologi, etika Kristen, media digital, dan teks-teks Alkitab. Analisis dilakukan secara reflektif dan teologis guna mengembangkan pendekatan pedagogis yang kontekstual dan transformatif. Hasil penelitian menawarkan tiga respons utama: memperdalam pemahaman teologis tentang kasih sebagai etika bermedia, mengembangkan kurikulum PAK yang mengintegrasikan literasi digital dan etika media, serta menumbuhkan tindakan profetik sebagai wujud kesaksian iman di ruang digital. Temuan ini menunjukkan bahwa PAK berbasis teologi publik dapat menjadi alternatif edukatif yang relevan untuk membentuk kesadaran kritis, etis, dan spiritual peserta didik dalam menghadapi realitas budaya digital yang kompleks.
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Metanoia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
pen Access Policy

Jurnal ini menyediakan akses terbuka secara langsung dengan prinsip bahwa penelitian tersedia secara bebas untuk umum demi mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar. Artikel yang diterbitkan di Alucio Dei: Jurnal Teologi akan menjadi artikel Akses Terbuka yang didistribusikan di bawah persyaratan dan ketentuan Lisensi Atribusi Creative Commons.
Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Attribution 4.0 International (CC BY-SA 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk berbagi — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun dan menyesuaikan — remix, ubah, dan membangun materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.





