PENDIDIKAN KRISTEN DI ERA DIGITAL: MEMBANGUN SPIRITUALITAS DAN RESILIENSI IMAN MELALUI PENGAJARAN NILAI KEKRISTENAN DAN ETIS TEOLOGI UNTUK MEREDUKSI DEGRADASI MORAL
DOI:
https://doi.org/10.55962/metanoia.v7i2.192Kata Kunci:
Pendidikan Kristen, era digital, spiritualitas, resiliensi iman, nilai Kekristenan, etika teologi, degradasi moralAbstrak
Pendidikan Kristen di era digital menghadapi tantangan besar dalam membangun spiritualitas dan resiliensi iman peserta didik, di tengah maraknya degradasi moral yang dipicu oleh paparan teknologi digital dan segala dampak negatifnya. Perkembangan pesat teknologi menghadirkan kesempatan namun juga sekaligus mengandung risiko terhadap pengajaran nilai-nilai Kekristenan dan etika teologi yang dapat membentuk karakter moral generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana pendidikan Kristen dapat membangun spiritualitas dan resiliensi iman melalui pengajaran nilai-nilai Kekristenan di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka, yang mengandalkan literatur terkait pendidikan Kristen, etika teologi, dan dampak teknologi terhadap moralitas. Maka dapat disimpulkan bahwa peran dari pendidikan Kristen di era digital harus dihadapi dengan pengajaran nilai kekristenan dalam pendidikan digital. Sehingga ini dapat meningkatkan resiliensi iman dalam konteks pendidikan Kristen digital. Yang tentunya dasar ini dapat diaktualisasikan dalam kekristenan untuk membangun etika teologi dalam menghadapi degradasi moral di era digital.
File Tambahan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Metanoia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
pen Access Policy

Jurnal ini menyediakan akses terbuka secara langsung dengan prinsip bahwa penelitian tersedia secara bebas untuk umum demi mendukung pertukaran pengetahuan global yang lebih besar. Artikel yang diterbitkan di Alucio Dei: Jurnal Teologi akan menjadi artikel Akses Terbuka yang didistribusikan di bawah persyaratan dan ketentuan Lisensi Atribusi Creative Commons.
Penulis memegang hak cipta dan memberikan jurnal hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Attribution 4.0 International (CC BY-SA 4.0) yang memungkinkan orang lain untuk berbagi — menyalin dan mendistribusikan ulang materi dalam media atau format apa pun dan menyesuaikan — remix, ubah, dan membangun materi untuk tujuan apa pun, bahkan secara komersial dengan pengakuan kepenulisan karya dan publikasi awal di jurnal ini.





