Dosa Yang Tidak Dapat Diampuni Menurut Markus 3:20-30, Suatu Refleksi Teologis

Penulis

  • Rabiel Sobon Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

DOI:

https://doi.org/10.55962/aluciodei.v6i2.67

Kata Kunci:

Dosa yang tidak terampuni, kedaulatan Allah, keselamatan, menghujat Roh Kudus, pengampunan

Abstrak

Persoalan “dosa” tidak habis-habisnya dikumandangkan dalam setiap aspek hidup manusia. Dosa bagaikan akar yang menancap kuat dalam diri manusia, sehingga rasanya sulit untuk dibersihkan. Banyak yang takut bahwa mereka sudah melakukan dosa-dosa tertentu yang Allah tidak dapat atau tidak akan ampuni, dan mereka merasa putus asa, apapun yang mereka lakukan. Padahal sangat jelas bahwa satu-satunya dosa yang tidak terampuni adalah menghujat Roh Kudus (Mrk. 3:29). Penelitian ini bertujuan menunjukkan pentingnya memahami dosa yang tidak terampuni melalui Markus 3:20-30. Dengan menggunakan metode analisis interpretatif didapatkan hasil bahwa  dosa tidak terampuni, bukan karena Allah tidak mengampuni, tetapi karena manusia yang mengeraskan hati terhadap suara Roh Kudus, sehingga terus-menerus menolak pengampunan.  Keselamatan adalah kedaulatan Allah, Dia akan mengerjakan dalam kuasa-Nya. Kebebalan manusia adalah wujud keberdosaan yang mematikan, sementara orang percaya akan dapat dilihat pada buah hidupnya. Allah Maha Kuasa, itu pasti. Tapi jangan lupa, Allah juga Maha Suci, dan menuntut manusia hidup suci dihadapan-Nya. Dia Allah yang murka pada dosa, tapi mengasihi manusia pilihan-Nya.

Kata Kunci: Dosa yang tidak terampuni, kedaulatan Allah, keselamatan, menghujat Roh Kudus, pengampunan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

File Tambahan

Diterbitkan

2022-07-13

Terbitan

Bagian

Articles