KRISIS IDENTITAS PEMUDA KRISTEN DI ERA POSTMODERN: ANALISIS TERHADAP FRAGMENTASI WAWASAN DUNIA
DOI:
https://doi.org/10.55962/aluciodei.v10i2.344Kata Kunci:
krisis identitas, pemuda Kristen, postmodernisme, wawasan dunia, fragmentasi, teologi pemudaAbstrak
Pasca modernisme, yang ditandai oleh relativisme nilai, penolakan terhadap landasan absolut, gaya hidup konsumeris, dominasi media digital, dan identitas diri yang tidak stabil, menghadirkan tantangan nyata bagi perkembangan iman yang kokoh di kalangan generasi muda. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pemuda Kristen mengalami krisis identitas di era postmodern serta merumuskan pendekatan yang relevan dalam membangun kembali identitas iman yang utuhdalam nilai alkitabiah. menggunkan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa fragmentasi wawasan dunia terjadi ketika pemuda Kristen memisahkan kehidupan iman mereka dari kehidupan sehari-hari. Situasi ini menyebabkan kekacauan moral, ketidakkonsistenan dalam kehidupan rohani, lemahnya kemampuan berpikir teologis, serta hilangnya makna hidup. Artikel ini menegaskan bahwa pemulihan identitas Kristen yang sejati hanya dapat terwujud melalui rekonstruksi komprehensif atas wawasan dunia seseorang, yang berlandaskan pada narasi Alkitab





