KAJIAN TEOLOGIS DI TENGAH DISRUPSI TEKNOLOGI: RESPON GEREJA TERHADAP KECERDASAN BUATAN

Penulis

  • Martinus Loghe Bondi Sekolah Tinggi Teologi Galilea Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.55962/aluciodei.v10i2.341

Kata Kunci:

Kecerdasan buatan, disrupsi teknologi, gereja, teologi digital, martabat manusia, pelayanan iman

Abstrak

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di era disrupsi teknologi membawa transformasi signifikan dalam kehidupan manusia, termasuk pola berpikir, relasi sosial, dan praktik keagamaan. Kajian ini bertujuan menelaah respons gereja terhadap AI dari perspektif teologis, etis, dan eklesiologis, serta merumuskan prinsip penggunaan teknologi yang selaras dengan iman Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan metode kajian kepustakaan, mengintegrasikan teologi normatif, etika Kristen, dan konteks digital Society 5.0. Data diperoleh dari Alkitab, literatur teologi, etika, teologi digital, jurnal ilmiah, dan publikasi akademik relevan.  Hasil kajian menunjukkan bahwa AI merupakan manifestasi kreativitas manusia sebagai imago Dei, namun tetap berada dalam konteks keberdosaan manusia (hamartiologi). AI memiliki potensi ganda: dapat menjadi sarana untuk memuliakan Allah, mendukung pelayanan, pendidikan iman, dan penginjilan, tetapi juga berisiko disalahgunakan, menurunkan kedalaman spiritual, dan mengurangi keaslian persekutuan jemaat. Perspektif kristologis menegaskan martabat manusia tidak tergantikan oleh mesin karena relasi dengan Allah, sedangkan perspektif eklesiologis menuntut gereja beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan esensi teologisnya. Perspektif eskatologis mengingatkan bahwa harapan tidak terletak pada teknologi, melainkan pada karya keselamatan Allah. 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

File Tambahan

Diterbitkan

2026-06-15