SERVANT LEADERSHIP : KAJIAN EKSEGESIS YOHANES 13:1–17 BAGI TRANSFORMASI KEPEMIMPINAN KRISTEN

Penulis

  • Sanjay Mendra Jubil Kampus Nadeak Sekolah Tinggi Teologi Mawar Saron Lampung

DOI:

https://doi.org/10.55962/aluciodei.v10i2.339

Kata Kunci:

Servant Leadership; Eksegesis Yohanes 13:1–17; Kepemimpinan Yesus; Transformasi Pemimpin Kristen; Teologi Kepemimpinan

Abstrak

Krisis kepemimpinan Kristen kontemporer menunjukkan pergeseran dari nilai pelayanan menuju orientasi kekuasaan dan status. Kondisi ini menandakan adanya deviasi dari teladan kepemimpinan Yesus yang berakar pada kerendahan hati dan pengabdian. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi teologis yang berbasis teks Alkitab melalui pendekatan eksegesis yang mendalam dan bertanggung jawab. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka dan eksegesis yang bertujuan untuk menganalisis pola kepemimpinan Yesus dalam Yohanes 13:1–17 dan merumuskan implikasinya bagi transformasi pemimpin Kristen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis eksegesis teks Yohanes 13:1–17 dalam konteks historis dan teologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis eksegesis Yohanes 13:1–17 menegaskan bahwa tindakan pembasuhan kaki merepresentasikan kepemimpinan Yesus yang berakar pada kasih, kerendahan hati, dan pelayanan dalam konteks historis-teologis yang kuat. Rekonstruksi pola servant leadership menunjukkan paradigma kepemimpinan yang bersifat kontra-budaya dan mengintegrasikan otoritas dengan pengabdian, sekaligus mengkritik praktik kepemimpinan Kristen kontemporer yang cenderung hierarkis dan elitis. Implikasi transformasionalnya menegaskan bahwa pemimpin Kristen dipanggil untuk mengadopsi model kepemimpinan Kristus yang melayani sebagai dasar pembaruan karakter, praksis, dan spiritualitas kepemimpinan.

 

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

File Tambahan

Diterbitkan

2026-06-15