KEPEMIMPINAN KRISTEN DI ERA POP CULTURE: FORMULASI TEOLOGI KONTEKSTUAL TERHADAP TRANSFORMASI SOSIAL DIGITAL
DOI:
https://doi.org/10.55962/aluciodei.v10i2.318Kata Kunci:
Kepemimpinan Kristen, Teologi Kontekstual, Budaya Populer, Transformasi Digital, Spiritualitas KontemporerAbstrak
Perubahan sosial dalam masyrakat digital yang ditandai oleh kemajuan teknologi digital, internet dan dominasi budaya populer telah memengaruhi paradigma berpikir serta praktik kehidupan beragama. Dinamika ini menghadirkan tantangan teologis ketika nilai-nilai iman harus berinteraksi dengan budaya yang berorientasi pada citra personal branding dan hiburan dalam konektivitas instan. Teologi kepemimpinan Kristen yang bersumber pada prinsip-prinsip alkitabiah perlu direfleksikan ulang agar tetap relevan di tengah masyarakat digital yang sarat dengan simbol dan narasi pop culture. Fenomena munculnya gereja digital, figur rohani di media sosial, serta transformasi komunikasi iman menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam cara kepemimpinan Kristen dijalankan dan dipersepsikan. Penelitian ini bertujuan merumuskan formulasi teologi kontekstual yang mampu menjembatani antara nilai teologis klasik dengan realitas sosial digital kontemporer. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi litertarure, maka dapat disimpulkan bahwa interaksi antara budaya populer dan transformasi sosial digital menuntut teologi yang kontekstual untuk memahami dinamika iman kontemporer. Paradigma kepemimpinan Kristen harus adaptif yang juga dialogis, serta berbasis relasi, memadukan otoritas spiritual dengan sensitivitas budaya digital. Model kepemimpinan kontekstual yang dihasilkan menekankan keteladanan yang berintegritas dalam iman, serta memiliki kemampuan memanfaatkan budaya populer sebagai sarana transformasi rohani dan sosial.





