INTEGRASI IMAN DAN EKOLOGI: ANALISIS EKOTEOLOGI KRISTEN TERHADAP BANJIR DAN TANAH LONGSOR 2025
Analisis Ekoteologi Kristen terhadap Banjir dan Tanah Longsor 2025
DOI:
https://doi.org/10.55962/aluciodei.v10i1.285Kata Kunci:
bencana alam banjir, ekoteologi, iman Kristen, lingkungan, pertobatan ekologis.Abstrak
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda berbagai wilayah Indonesia pada akhir tahun 2025 menegaskan bahwa krisis ekologis yang terjadi dewasa ini tidak hanya bersifat ekologis dan sosial, tetapi juga merupakan krisis moral dan spiritual manusia terhadap ciptaan. Bertolak pada pemahaman di atas maka tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perspektif ekoteologis antara hubungan tanggung jawab ekologis dan iman Kristen. Metode yang digunakan adalah analisis teologis-kualitatif dengan menafsirkan teks-teks Alkitab dan menelaah refleksi teologis kontemporer, khususnya ensiklik Laudato Si’ Paus Fransiskus serta pandangan para teolog ekoteologis modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa iman Kristen mengandung mandat ekologis yang menuntut pertobatan ekologis, pengakuan terhadap nilai intrinsik seluruh ciptaan, serta peran aktif gereja dalam pemulihan bumi sebagai rumah bersama. Kesimpulannya, sintesis keyakinan agama dan pertimbangan lingkungan telah berkembang menjadi manifestasi spiritualitas Kristen yang diarahkan pada integritas komprehensif dari tatanan yang diciptakan. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya pembaruan paradigma teologi Kristen agar gereja mampu berperan profetis dan transformatif dalam menghadapi krisis ekologis masa kini.





