ANALISISIS EKSEGETIS TERHADAP BAHAYA PESUGIHAN DAN CINTA UANG DALAM PERSPEKTIF 1 TIMOTIUS 6:9-10
DOI:
https://doi.org/10.55962/aluciodei.v10i1.251Kata Kunci:
Pesugihan, kekayaan gaib, okultisme, tekanan ekonomi, iman KristenAbstrak
Pesugihan, sebagai praktik mencari kekayaan melalui cara-cara gaib, masih marak ditemukan dalam budaya masyarakat Jawa, meskipun perkembangan zaman dan pendidikan telah membawa perubahan nilai dalam kehidupan sosial. Fenomena ini sering kali menjadi pilihan terakhir bagi individu atau keluarga yang mengalami tekanan ekonomi dan sosial berkepanjangan. Dalam kondisi keputusasaan, mereka tergoda untuk menempuh jalan pintas demi meraih kemakmuran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pesugihan dari perspektif Alkitab, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kehidupan spiritual, sosial, dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang menelaah literatur teologis, budaya, dan sosiologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pesugihan sangat erat kaitannya dengan praktik okultisme, yang tidak hanya merusak relasi manusia dengan Tuhan, tetapi juga menyesatkan iman Kristen. Berdasarkan 1 Timotius 6:9–10, cinta akan uang adalah akar berbagai kejahatan. Oleh karena itu, pesugihan perlu dihadapi dengan pendekatan pastoral dan teologis berbasis iman Kristen yang mendorong pertobatan dan pembaruan hidup.





