TRANSFORMASI PENGHARAPAN ESKATOLOGIS ANAK-ANAK ALLAH DI TENGAH PENDERITAAN: KAJIAN EKSEGETIS ATAS ROMA 8:18–30
DOI:
https://doi.org/10.55962/aluciodei.v10i1.247Kata Kunci:
Pengharapan; penderitaan; transformasi; hermeneutika; Roma 8:18–30Abstrak
Penelitian ini bertujuan menganalisis makna transformasi pengharapan anak-anak Allah di tengah penderitaan berdasarkan Roma 8:18–30. Dengan menggunakan pendekatan hermeneutika eksegetis historis-kritis, penelitian ini menafsirkan teks untuk memahami pandangan Paulus tentang relasi antara penderitaan dan pengharapan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penderitaan bukanlah tanda ketidakhadiran Allah, melainkan bagian dari proses menuju kemuliaan bersama Kristus. Dalam konteks modern yang sarat penderitaan eksistensial, sosial, dan rohani, pengharapan eskatologis berfungsi bukan hanya sebagai penghiburan, tetapi juga sebagai kekuatan pembentuk ketekunan dan transformasi iman. Roh Kudus berperan aktif meneguhkan orang percaya dalam menghadapi penderitaan, mengarahkan mereka pada partisipasi dalam rencana keselamatan Allah yang kekal.





