KONSEP PEMILIHAN ALLAH BAGI UMAT‐NYA DALAM SEJARAH DUNIA MENURUT PEMIKIRAN WOLFHART PANNENBERG: SUATU KAJIAN KRITIK DAN RELEVANSI
Analisis Teologis terhadap Dinamika Pemilihan Ilahi dalam Perspektif Sejarah Keselamatan dan Implikasinya bagi Gereja Masa Kini
DOI:
https://doi.org/10.55962/aluciodei.v10i1.242Kata Kunci:
Pemilihan Allah; Sejarah Keselamatan; Wolfhart Pannenberg; Teologi Komunitarian; Relevansi GerejaAbstrak
Artikel ini mengkaji konsep pemilihan Allah bagi umat-Nya dalam sejarah dunia menurut pemikiran Wolfhart Pannenberg dengan fokus pada dimensi historis, eskatologis, dan komunitarian. Pemilihan Allah dipahami bukan sekadar status keselamatan individu, tetapi sebagai panggilan umat untuk berpartisipasi aktif dalam misi Allah di dunia dan pewahyuan diri-Nya melalui sejarah menuju penggenapan eskatologis di dalam Kristus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi literatur yang mengumpulkan data dari Alkitab, karya-karya Pannenberg, serta literatur teologi relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pannenberg menekankan pemilihan Allah bersifat historis, komunitarian, dan misioner, berbeda dengan teologi pilihan tradisional yang cenderung individualistik. Implikasi teologi pemilihan Pannenberg bagi gereja Indonesia mencakup pemahaman panggilan Allah dalam konteks sosial, pluralitas agama, dan dinamika kehidupan modern, mendorong gereja untuk menjadi agen misi Allah yang aktif, relevan, dan kontekstual. Artikel ini menghadirkan perspektif baru yang memperkaya dialog teologi pilihan di Indonesia dengan menekankan partisipasi komunitas dalam sejarah keselamatan Allah.





