PENDAMPINGAN KONSELING PASTORAL BAGI ISTRI YANG MENGALAMI KELELAHAN EMOSIONAL AKIBAT SUAMI PENGGUNA NARKOBA: SEBUAH STUDI DI PERSEKUTUAN DOA EL-SHADDAI BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.55962/aluciodei.v10i1.240Kata Kunci:
Kelelahan emosional, Konseling pastoral, Pemulihan dari kecanduanAbstrak
Kehidupan istri yang mendampingi suami pecandu narkoba kerap kali dipenuhi dengan tekanan emosional, beban psikologis, serta pergumulan sosial dan rohani yang mendalam. Mereka hidup dalam ketidakpastian, konflik keluarga, serta stigma sosial, yang pada akhirnya menyebabkan kelelahan emosional (emotional burnout). Kelelahan ini berdampak pada hilangnya motivasi, ketidakmampuan mengelola emosi, hingga menjauh dari kehidupan rohani. Dalam konteks ini, gereja dipanggil untuk menjadi tempat pemulihan yang nyata, salah satunya melalui layanan konseling pastoral. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk kelelahan emosional yang dialami para istri dari suami pengguna narkoba, faktor penyebabnya, serta dampak dari pendampingan konseling pastoral terhadap proses pemulihan mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) yang dilakukan di Persekutuan Doa Oikumene El-Shaddai Bandung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi terhadap dua partisipan yang mendapatkan layanan konseling pastoral. Pendekatan konseling dilakukan secara holistik, menyentuh aspek psikologis, emosional, sosial, ekonomi, dan spiritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menerima layanan konseling pastoral, partisipan mengalami kelelahan emosional yang berat, konflik dalam keluarga, isolasi sosial, serta penurunan kehidupan rohani. Namun setelah menerima pendampingan secara konsisten, partisipan menunjukkan peningkatan signifikan dalam mengelola emosi, membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga, mengatur kondisi ekonomi rumah tangga dengan bijak, serta memulihkan hubungan dengan Tuhan.





