DARI MUSA KE MAXWELL: MEMBANGUN KEPEMIMPINAN GEREJA MELALUI PRINSIP DELEGASI ALKITABIAH DAN TEORI MODERN

Penulis

  • Yustinus Sekolah Tinggi Teologi Bethel The Way, Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.55962/aluciodei.v9i2.183

Kata Kunci:

Delegasi Kepemimpinan, Keluaran 18:13-24, Maxwell, Kepemimpinan Musa

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prinsip delegasi dalam Keluaran 18:13–24, mengkaji keterkaitannya dengan teori kepemimpinan John C. Maxwell, dan merumuskan penerapannya dalam pelayanan gereja. Melalui metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur dan Hermeneutika, penelitian menunjukkan bahwa prinsip delegasi kepemimpinan Musa yang sistematis adalah relevan dengan teori kepemimpinan Maxwell, khususnya dalam hal pendelegasian wewenang dan pemberdayaan pemimpin. Keluaran 18:13–24 menggambarkan pola kepemimpinan yang terorganisir dan aplikatif, di mana seorang pemimpin tidak bekerja sendiri, melainkan membangun struktur yang melibatkan banyak orang berdasarkan kapasitas dan tanggung jawab masing-masing. Hal ini selaras dengan pemikiran Maxwell yang melihat pelimpahan tugas sebagai indikator kedewasaan dan efektivitas seorang pemimpin. Oleh karena itu, prinsip delegasi dalam konteks Alkitab tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga menyajikan strategi kepemimpinan yang relevan bagi gereja masa kini dalam menjawab kompleksitas pelayanan gereja. Penelitian ini penting untuk membantu gereja dalam membangun kepemimpinan yang delegasi, memberdayakan dan Alkitabiah.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

File Tambahan

Diterbitkan

2025-06-23

Terbitan

Bagian

Articles